sponsered by

sponsered by

Laman

Selasa, 30 November 2010

Gitar Bass baru Wima J-Rocks (Schecter diamonds series ultra bass)






Hmmmm....
Akhirnya Bassist yang satu ini ganti Gear Juga...
Bang Wima dulu sempet pake' GnL L2500 tribute...lama bangettt gag ganti" gear..n akhirnya sekarang dia ganti Schecter diamonds series ultra bass...
tambah keren ajja Bass'nya...
Nii kelebihan "Schecter diamonds series ultra bass".

#Desain gitar bass ini adalah campuran dari Telecaster dan Thunderbird Gibson. Warisan Thunderbird hadir di headstock dan bagian bawah tubuh bass, sedangkan bagian atas tubuh bass (bagian dekat leher) mengingatkan gitar Fender terkenal.

# Bentuk tubuh bass memungkinkan lengan kanan Anda beristirahat di atasnya, yang memberikan sentuhan instrumen yang sangat pribadi di suatu tempat antara rock, vintage dan psikedelik.

#Leher-tubuh melalui mencakup tiga maple walnut lapisan dan dua lapisan. Leher adalah 34 "panjang (22 frets), 38 mm lebar pada mur dan 62 mm lebar di fret terakhir fingerboard ini terbuat dari kayu keunguan gelap.

#Tiga bagian tubuh yang dibuat dari kayu mahoni dan jembatan dua potong termasuk tune-o-matic dan tailpiece sebuah. kacang ini dibuat oleh Black Tusk (gading imitasi) dan, disegel dilumasi adalah Grover tuners.

Ini dia Sejarah "Schecter diamonds series ultra bass".
Pada tahun 1976, David Schecter memberikan nama untuk perusahaan yang baru didirikan: Schecter Guitar Research. Pada hari-hari awal, perusahaan ini sebuah lokakarya yang menyediakan segala sesuatu untuk membangun sebuah gitar (tubuh, leher, pickup, jembatan, dan sebagainya); itu didedikasikan khusus untuk suku cadang.
Pada saat itu, produsen yang disediakan dua produsen alat listrik yang paling penting (yang dapat Anda tebak siapa tesis raksasa itu?) Dan hanya berani dalam industri manufaktur instrumen pada tahun 1979. Lokakarya ini menjadi toko "kebiasaan" yang dihasilkan instrumen kelas tinggi terutama terinspirasi oleh konsep Fender. Dalam waktu empat tahun, produsen menjadi sangat sukses dan dibeli oleh investor Texas. Toko kustom kemudian pindah dan mulai produksi dalam serangkaian instrumen masih sebagian besar terinspirasi oleh Leo (Anda bisa mengatakan mereka Fender copy).
Perusahaan kembali ke akar pada tahun 1987, ketika dibeli oleh Hisatake Shibuya, pemilik ESP. Dia pindah semua manufaktur kembali ke California dan mengubahnya menjadi sebuah toko khusus mendistribusikan gitar bergengsi.
Pada tahun 1996 dan terima kasih kepada manajer baru, Michael Ciravolo, yang ingin menekankan identitas korporat perusahaan, merek akhirnya tetes obsesi dengan desain Fender.
Ia juga memperluas produksi ke Asia (di Incheon, sebuah provinsi di Korea Selatan) di mana ia subkontrak produksi dari serial instrumen dikandung untuk massa.
Dalam Incheon juga pabrik utama dari sebuah pabrik terkenal disebut Cort, yang dapat ditemukan bakat dalam katalog berbagai merek di luar sana ...
Sekarang, izinkan saya memperkenalkan instrumen kita ingin menguji saat ini: ULTRA Schecter adalah gitar bass dengan tampilan hibrida dan asli. Hal ini dibuat di Korea dan dilengkapi dengan elektronik pasif standar.(Arii&Bonje)

J-Rocks Belajar pada Slank



JAKARTA, KOMPAS.com -- Band yang satu ini, J-Rocks, ternyata begitu getol memelihara persahabatan dengan para penggemarnya yang disebut J-Rockstars. Bahkan, mereka menganggap J-Rockstars sebagai personel kelima dari J-Rocks.

”Kami menyadari, tanpa penggemar, kami bukan apa-apa. Kami ingin menjaganya dengan baik, seperti yang telah dilakukan Slank selama ini,” kata Anton Rudi Kelces, drummer J-Rocks.

J-Rocks akan tampil pada acara HUT ke-2 Kompasiana yang digelar siang ini, Sabtu (27/11) pukul 11.35-12.00, di MU Cafe & Bar, Sarinah, Jakarta.

Selain Anton, personel J-Rocks lainnya adalah Iman Taufik Rachman (vokal, gitar), Sony Ismail Robbayani (gitar), dan Swara Wima Yoga (bas).
Menurut Anton, masih dalam konteks memelihara hubungan dengan J-Rockstars di Nusantara, mereka akan merilis album baru yang bertemakan J-Rockstars dan dipersembahkan bagi mereka. ”Ada 10 lagu yang masuk dalam album penuh kami yang ketiga. Harapannya, awal 2011 nanti sudah selesai,” kata Anton.

Selain album baru, J-Rocks juga berharap pada 2011 bisa menggelar Jambore Nasional yang melibatkan J-Rockstars seluruh Indonesia.
”Ini juga harapan para J-Rockstars agar mereka bisa bertemu sesama J-Rockstars dari seluruh Indonesia. Kami punya slogan J-Rockstars Satu Spirit,” ujarnya. (KOMPAS.com)

Senin, 29 November 2010

J-ROCKS Jambore Nasional Sabtu, 27 November 2010





Band yang satu ini, J-Rocks, ternyata begitu getol memelihara persahabatan dengan para penggemarnya yang disebut J-Rockstars. Bahkan, mereka menganggap J-Rockstars sebagai personel kelima dari J-Rocks.

”Kami menyadari, tanpa penggemar, kami bukan apa-apa. Kami ingin menjaganya dengan baik, seperti yang telah dilakukan Slank selama ini,” kata Anton Rudi Kelces, drummer J-Rocks.

J-Rocks akan tampil pada acara HUT ke-2 Kompasiana yang digelar siang ini, Sabtu (27/11) pukul 11.35-12.00, di MU Cafe & Bar, Sarinah, Jakarta.

Selain Anton, personel J-Rocks lainnya adalah Iman Taufik Rachman (vokal, gitar), Sony Ismail Robbayani (gitar), dan Swara Wima Yoga (bas).

Menurut Anton, masih dalam konteks memelihara hubungan dengan J-Rockstars di Nusantara, mereka akan merilis album baru yang bertemakan J-Rockstars dan dipersembahkan bagi mereka.

”Ada 10 lagu yang masuk dalam album penuh kami yang ketiga. Harapannya, awal 2011 nanti sudah selesai,” kata Anton.

Selain album baru, J-Rocks juga berharap pada 2011 bisa menggelar Jambore Nasional yang melibatkan J-Rockstars seluruh Indonesia.

”Ini juga harapan para J-Rockstars agar mereka bisa bertemu sesama J-Rockstars dari seluruh Indonesia. Kami punya slogan J-Rockstars Satu Spirit,” ujarnya. (AMR)

by : KOMPAS

A Song for J-Rockstars



J-Rockstars adalah personel kelima dari J-Rocks. Energi dari J-Rockstars membuat J-Rocks meraih mimpi-mimpi. Sebagai bentuk terima kasih dan semangat untuk terus ber-Satu Spirit, J-Rocks membuat satu lagu khusus untuk J-Rockstars. Ini bocorannya..

“Yuk metal-metalan,” Sony mengajak Iman, Wima dan Anton yang ada di ruang makan kembali ke kamar untuk meneruskan jam session mereka. Ia berjalan menuju ke kamar yang telah dibuah menjadi studio musik dadakan. Teman-temanya mengikuti.

Lagu pertama yang diselesaikan J-rocks dari lima hari workshop bulan lalu adalah sebuah lagu buat J-Rockstars. “Bukan anthem, tapi sebuah lagu untuk J-Rocktar,” certa Wima. Bassist J-Rocks yang membuat lagu itu pertama kali.

“Itu materi lama cuma belum selesai. Kita arrange baru,” tambah dia lagi. “Itu termasuk lagu baru karena semuanyanya berubah,” kata Sony. Mengenai kenapa lagu itu yang dikerjakan duluan. Wima menjawab bahwa itu mengalir begitu saja.

Pada lagu itu ada hal menarik Wima dan Iman berganti posisi. Iman memegang gitar bass sedangkan Wima memainkan gitar. Wina dan Sony berdiskusi seru tentang nada gitar yang akan dimasukkan ke lagu itu.

Lagu itu berisi rasa terima kasih J–Rocks ke J-Rockstars. “Kami perlu menjadi begini karena dukungan J-Rockstars, personel kelima J-Rocks” tambahnya lagi. Hal lain yang ingin disampaikan J-Rocks adalah berbagi semangat, 1 Spirit.

http://j-rocks.co.id/news/brand-new/102-a-song-for-j-rockstars.html

Minggu, 07 November 2010

Merayakan Ulang Tahun 3 Kali Sehari









Kamis kemarin (24/9), hari yang membahagiakan buat Sony. Ia berulang tahun ke-28. Lebih menyenangkan lagi, ulang tahunnya dirayakan sebanyak tiga kali. Persis seperti minum obat. Pertama kali, ia juga mendapatkan kejutan dari kekasihnya saat pukul 12 malam tepat. " Itu yang kejutan yang pertama," katanya sambil tertawa.

Kejutan kedua saat buat Sony adalah J-Rocks bertemu dengan tim web. Pertemuan yang juga dihadiri Iman dan Anton itu berlangsung seru. Saat pertemuan akan berakhir, tiba-tiba ada kue tart kecil buat Sony diantar masuk ke ruang meeting. "Wah, Surprise lagi," ia terkejut. Serunya lagi sebelum acara tiup lilin, semua orang menyanyikan lagu selamat ulang tahun dan menyelamatinya.



Pada waktu yang sama ternyata J-Rocktars Madiun juga ikut merayakan ulang tahun Sony. Ucapan dari selamat dari J-Rockstars melalui Twitter juga melimpah seperti air bah. Sony cerita "Banyak banget di timeline-ku, repotnya sama seperti pas Twit Kreasi Lebaran kemarin. Gak sempat balas satu-persatu." Sony bilang sangat berterima kasih dan minta maaf karena tidak bisa membalas semua twit.

Malamnya, ia rayakan dengan Iman dan Anton. Itu perayaan yang ketiga. Makan-makan aja," jawabnya saat ditanya. Satu hal yang menjadi tradisi Sony adalah makan-makan bersama teman dan keluarga. "Teman-teman SMA pasti ke rumah, cuma makan-makan saja."

"Doaku sih agar bisa menjadi lebih dewasa, lebih berguna dan semoga juga terjadi hal-hal yang baik untuk untuk orang-orang di sekitarku," harap Sony. Amiin.

Senin, 01 November 2010

Menyulap Kamar Villa Menjadi Studio Musik

Kamar villa yang mirip kamar hotel berubah menjadi 180 derajat untuk keperluan workshop J-Rocks. Butuh usaha yang tidak mudah untuk membuat ruangan workshop yang pas. Itupun dilakukan tengah malam.

Persis tengah malam (4/10) rombongan J-Rocks masuk Villa di daerah Sentul Bogor. Villa dua lantai itu cukup besar. Raungan bawah ada yang dipakai sebagai lapangan futsal. Bukit dapat dilihat di depan dan belakang villa.

Semua orang turun dari mobil dan berpencar untuk mencari tempat yang pas untuk menempatkan alat-alat musik. Semua kamar dan ruangan diperiksa. “Gak ada orang yang protes kalau kita berisik di sini kan?” Kata Sony.

Akhirnya keempat personel J-Rocks sepakat untuk menggunakan sebuah kamar yang ada di pojok villa. Letaknya di lantai dua. Ruangan yang tadinya rapi dan lengkap seperti kamar hotel itupun dirombak total. Tempat tidur dikeluarkan. Kursi dan meja yang tidak dipakai juga ikut dibersihkan. Ruangan ukuran 4 X 4 meter itu terlihat lapang.

Itu tidak berlangsung lama. Ruangan kembali penuh dengan hardcase dan barang-barang lain yang dibawa dari Jakarta. Ada delapan gitar, dua buah bass, satu set drum elektrik, amplifier buat gitar dan bass, keyboard controller, biola dan banyak lagi. Dua personal computer yang dibawa oleh Sony dan Andrie , additional keyboardist J-Rocks ikut menyesaki ruangan itu. Andrie bertugas sebagai operator rekaman.

Iman, Sony, Wima dan Anton serta dibantu Andrie, Abek, kru J-Rocks dan penjaga vila mengangkat barang-barang itu sendiri. Satu-persatu dikeluarkan dari mobil dan diangkat ke lantai dua.

Proses setting alatpun dimulai. Pertama menentukan posisi yang pas untuk tiap alat. Sony meminta drumnya elektriknya menghadap ke luar ruangan. "Bosen lihat mereka terus," candanya. Pertama dipasang adalah komputer untuk sebagai alat kontrol suara. Semua orang bekerja. Seperti Anton, ia memasang drumnya sendiri.

Pukul 02.20 setting ruangan selesai. Ruangan berubah total. Lebih mirip sebuah studio musik. Semua instrumen telah dikeluarkan dari hardcase-nya. Hardcase yang tidak digunakan lagi, dipindah ke ruangan lain. Tiap personel mempunyai tempat sendiri-sendiri. Wima memilih dekat jendela berseberangan dengan Anton. Sony memilih di dekat komputer. Iman lesehan di karpet. Sesekali ia memainkan gitar sambil berdiri.

Waktu jam-session dimulai. Belum ada vokal. Hanya instrument yang dimainkan. Beberapa kali berhenti sesaat untuk diskusi. Wima dan Anton terlibat berapa percakapan untuk menentukan beat lagu. Begitu juga Iman dan Sony. Suasana mulai menghangat. Menjelang subuh, sekitar pukul empat pagi. Latihan harus diakhiri tiba-tiba karena aliran listrik putus.

Bersambung.

L'Arc~en~Ciel ラルク アン シエル

L'Arc~en~Ciel ラルク アン シエル

L'Arc~en~Ciel


L'Arc~en~Ciel ラルク アン シエル (Raruku An Shieru ?) adalah nama grup musik Jepang beraliran J-Rock. Band ini beranggotakan hyde (vokal), ken (gitar), tetsu (bass), dan yukihiro (drum). Grup musik ini didirikan oleh Tetsu pada Februari 1991. Nama "L'Arc~en~Ciel" berasal dari sebuah kata dalam bahasa Perancis yang secara harifiah berarti "lengkungan di langit" atau "pelangi", nama ini diambil dari judul sebuah film Perancis yang pernah ditonton oleh Tetsu.

Di Jepang saja, band ini telah menjual lebih dari 25 juta kopi album dan singel.

Mantan personel yang sempat memperkuat band ini:
Sakura (drum) (1992-1997) digantikan oleh Yukihiro karena memakai narkoba dan masuk penjara.
Hiro (gitar) (1991-1992)
Pero (drum) (1991-1992)

Awal terbentuk

Osaka, sekitar awal tahun 1991 dua orang anak muda bernama Tetsu dan Hiro membentuk sebuah grup band. Tetsu berperan sebagai bassis berikut vokal sementara Hiro sebagai gitaris. Pada waktu itu Hyde masih menjadi gitaris di sebuah band bernama Kiddies Bomb, yang kemudian berganti nama menjadi Jerusalem’s Rod dan Hyde berganti posisi menjadi vokalis (meskipun pada saat itu ia sama sekali tidak tertarik dengan perannya tersebut).

Pada suatu hari Tetsu menyaksikan penampilan grup band tersebut untuk kali pertama. Ketika itu ia merasa yakin bahwa Hyde adalah orang yang tepat untuk mengisi posisi vokal di grup band-nya. Maka selama beberapa waktu ia terus mengikuti penampilan band tersebut, hingga pada akhirnya ia memutuskan untuk mengajak Hyde dan rekannya di Jersarem’s Rod, Pero untuk bergabung dengannya. Setelah beberapa kali melakukan session, Hyde akhirnya memutuskan untuk meninggalkan band lamanya dan bergabung bersama band Tetsu. Maka terbentuklah formasi paling awal L’Arc~en~Ciel, yakni Tetsu (bass sekaligus pemimpin band), Hyde (vokal), Hiro (gitar), dan Pero (drum).

Nama L’Arc~en~Ciel sendiri diusulkan oleh Tetsu yang terinspirasi oleh sebuah film Perancis yang berjudul sama. L’Arc~en~Ciel diambil dari Bahasa Perancis yang memiliki arti PELANGI.

Penampilan live pertama mereka yaitu pada tanggal 30 Mei 1991 di Nanba Rockets. Bahkan ketika itu sang pemilik panggung berpikir bahwa L’Arc~en~Ciel akan menjadi sangat terkenal, dan hal itu terbukti beberapa tahun kemudian.

Komentar terbaru via blogger